Selasa, 02 April 2013

TERAPI PSIKOANALISIS

TERAPI PSIKOANALISIS Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga "psikoanalisis" dan "psikoanalisis" Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Contoh yang terkenal adalah Carl Gustav Jung dan Alfred Adler, yang menciptakan nama "psikologi analitis" (en: Analitycal psychology) dan "psikologi individual" (en: Individual psychology) bagi ajaran masing-masing. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan : 1. suatu metoda penelitian dari pikiran. 2. suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia. 3. suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional. Dalam cakupan yang luas dari psikoanalisis ada setidaknya 20 orientasi teoretis yang mendasari teori tentang pemahaman aktivitas mental manusia dan perkembangan manusia. Berbagai pendekatan dalam perlakuan yang disebut "psikoanalitis" berbeda-beda sebagaimana berbagai teori yang juga beragam. Psikoanalisis Freudian, baik teori maupun terapi berdasarkan ide-ide Freud telah menjadi basis bagi terapi-terapi moderen dan menjadi salah satu aliran terbesar dalam psikologi.. Sebagai tambahan, istilah psikoanalisis juga merujuk pada metoda penelitian terhadap perkembangan anak. TERAPI PSIKOANALISIS (FREUD) • Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi • Secara historis → aliran pertama dari 3 aliran utama psikologi • Sumbangan utama psikoanalisis : 1. kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bias diterapkan pada perbedaan penderitaan manusia 2. tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor tak sadar 3. perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki pengaruh yg kuat thd kepribadian dimasa dewasa 4. teori psikpanalisis menyediakan kerangka kerja yg berharga untuk memahami cara-cara yg di use oleh individu dalam mengatasi kecemasan 5. terapi psikoanalisis telah memberikan cara2 mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi2 • Konsep2 utama terapi psikoanalisis 1. struktur kepribadian • id • ego • super ego 2. pandangan ttg sifat manusia • pandangan freud ttg sifat manusia pd dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik dan reduksionistik 3. kesadaran & ketidaksadaran • konsep ketaksadaran  mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2 konflik  salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal  sugesti pascahipnotik  bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas  bahan2 yg berasal dari teknik proyektif 4. Kecemasan • Adalah suatu keadaan yg memotifasi kita untuk berbuat sesuatu Fungsi → memperingatkan adanya ancaman bahaya • 3 macam kecemasan  Kecemasan realistis  Kecemasan neurotic  Kecemasan moral • Tujuan terapi Psikoanalisis • Membentuk kembali struktur karakter individu dg jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri klien • Focus pd uapaya mengalami kembali pengalaman masa anak2 • Fungsi & peran Terapis • Terapis / analis membiarkan dirinya anonym serta hny berbagi sedikit perasaan & pengalaman shg klien memproyeksikan dirinya kepada teapis / analis • Peran terapis  Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hub personal dlm menangani kecemasan secara realistis  Membangun hub kerja dg klien, dg byk mendengar & menafsirkan  Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan2 klien  Mendengarkan kesenjangan2 & pertentangan2 pd cerita klien • Pengalaman klien dlm terapi • Bersedia melibatkan diri kedalam proses terapi yg intensif & berjangka panjang • Mengembangkan hub dg analis / terapis • Mengalami krisis treatment • Memperoleh pemahamn atas masa lampau klien yg tak disadari • Mengembangkan resistensi2 untuk belajar lbh byk ttg diri sendiri • Mengembangkan suatu hub transferensi yg tersingkap • Memperdalam terapi • Menangani resistensi2 & masalah yg terungkap • Mengakhiri terapi • Hub terapis & klien • Hub dikonseptualkan dalam proses tranferensi yg menjadi inti Terapi Psikoanalisis • Transferensi mendorong klien untuk mengalamatkan pd terapis “ urusan yg belum selesai” yg terdapat dalam hub klien dimasa lalu dg org yg berpengaruh • Sejumlah perasaan klien timbul dari konflik2 seperti percaya lawan tak percaya, cinta lawan benci • Transferensi terjadi pada saat klien membangkitkan kembali konflik masa dininya yg menyangkut cinta, seksualitas, kebencian, kecemasan & dendamnya • Jika analis mengembangkan pandangan yg tidak selaras yg berasal dari konflik2 sendiri, mk akan terjadi kontra transferensi Bentuk kontratransferensi → perasaan tdk suka / keterikatan & keterlibatan yg berlebihan  Kontratransferensi dapat mengganngu kemajuan terapi • Teknik dasar Terapi Psikoanalisis 1. Asosiasi bebas → adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman2 masa lalu & pelepasan emosi2 yg berkaitan dg situasi2 traumatik di masa lalu 2. Penafsiran → Adalah suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi2 bebas, mimpi2, resistensi2 dan transferensi * bentuk nya = tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna2 t.l 3. Analisis Mimpi → Suatu prosedur yg penting untuk menyingkap bahan2 yg tidak disadari dan memberikan kpd klien atas beberapa area masalah yg tak terselesaikan 4. Analisis dan Penafsiran Resistensi → Ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan2 yg ada dibalik resistensi shg dia bias menanganinya 5. Analisis & Penafsiran Transferensi → Adalah teknik utama dalam Psikoanalisis krn mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi

Minggu, 06 Januari 2013

MULTIKULTURALISME

Multikulturalisme Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.Multikulturalisme juga di artikan sebagai sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara. Multikulturalisme berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya atau kebudayaan), yang secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami, adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika manusia terhadap kehidupannya. Dialektika ini akan melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya verbal, bahasa dan lain-lain. Mengutip S. Saptaatmaja dari buku Multiculturalisme Educations: A Teacher Guide To Linking Context, Process And Content karya Hilda Hernandes, bahwa multikulturalisme adalah bertujuan untuk kerjasama, kesederajatan dan mengapresiasi dalam dunia yang kian kompleks dan tidak monokultur lagi. Multikultural berarti beraneka ragam kebudayaan. Menurut Parsudi Suparlan (2002) akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan, yaitu kebudayaan yang dilihat dari fungsinya sebagai pedoman bagi kehidupan manusia. Dalam konteks pembangunan bangsa, istilah multikultural ini telah membentuk suatu ideologi yang disebut multikulturalisme. Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara sukubangsa atau kebudayaan sukubangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Ulasan mengenai multikulturalisme mau tidak mau akan mengulas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi ini, yaitu politik dan demokrasi, keadilan dan penegakan hukum, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komuniti dan golongan minoritas, prinsip-prinsip etika dan moral, dan tingkat serta mutu produktivitas. Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru. Sumber: http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/show.dml/2743875 http://id.m.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme

AKULTURASI PSIKOLOGI

AKULTURASI PSIKOLOGI Akulturasi psikologis adalah akulturasi yang terjadi pada psikologis seseorang atau suatu masyarakat, misalnya seseorang yang merantau akan terpengaruh dengan budaya yang ada ditempatnya merantau secara psikologis, seperti pola berpikir atau sifatnya, tetapi tidak membuat ia berubah seutuhnya menjadi seperti orang-orang asli ditempat tersebut. Akulturasi itu sendiri adalah suatu proses sosial yang timbul ketika suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai. Faktor yang Mempengaruhi Akulturasi Akulturasi adalah penggabungan dua budaya yang berbeda yang merupakan hasil dari proses interaksi. Istilah akulturasi atau culture contact (kontak kebudayaan) mempunyai pengertian proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsur-unsur dari kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan di olah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi akulturasi Terjadinya akulturasi adalah perubahan sosial budaya dan struktur sosial serta pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Secara garis besar, ada dua faktor yang menyebabkan akulturasi dapat terjadi, yaitu: Faktor Intern Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi) Adanya penemuan baru. Discovery --- penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada. Invention --- penyempurnaan penemuan baru. Innovation --- pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat. Konflik yang terjadi dalam masyarakat. Pemberontakan atau revolusi Faktor Ekstern Perubahan alam Peperangan Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi). Faktor-faktor yang memperkuat potensi akulturasi dalam taraf individu adalah faktor-faktor kepribadian seperti toleransi, kesamaan nilai, mau mengambil resiko, keluesan kognitif, keterbukaan dan sebagainya. Dua budaya yang mempunyai nilai-nilai yang sama akan lebih mudah mengalami akulturasi dibandingkan dengan budaya yang berbeda nilai. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi http://bknpsikologi.blogspot.com/2010/11/akulturasi-dan-enkulturasi.html

Rabu, 21 Maret 2012

FENOMENA PSIKOPAT YANG MERESAHKAN MASYARAKAT

Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan [1].

Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan [2].

Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek.

Lima tahap mendiagnosis psikopat
1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadiaN
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Gejala-gejala psikopat

1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
5. Sikap antisosial di usia dewasa.
6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin".
11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

PSIKOLOGI KESEHATAN MENTAL

Definisi kesehatan mental :
Istilah Kesehatan Mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti Kejiwaan. Kata mental memilki persamaan makna dengan kata Psyhe yang berasal dari bahasa latin yang berarti Psikis atau Jiwa, jadi dapat diambil kesimpulan bahwa mental hygiene berarti mental yang sehat atau kesehatan mental.
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan dan gangguan mental baik berupa neurosis maupun psikosis (penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial).

Kesehatan mental seseorang sangat erat kaitannya dengan tuntutan-tuntutan masyarakat tempat ia hidup, masalah-masalah hidup yang dialami, peran sosial dan pencapaian-pencapaian sosialnya.
Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental memiliki pengertian kemampuan seseorang untuk dapat menyesuaikan diri sesuai tuntutan kenyataan di sekitarnya. Tuntutan kenyataan yang dimaksud di sini lebih banyak merujuk pada tuntutan yang berasal dari masyarakat yang secara konkret mewujud dalam tuntutan orang-orang yang ada di sekitarnya. M. Jahoda, seorang pelopor gerakan kesehatan mental, memberi definisi kesehatan mental yang rinci. Dalam definisinya, “kesehatan mental adalah kondisi seseorang yang berkaitan dengan penyesuaian diri yang aktif dalam menghadapi dan mengatasi masalah dengan mempertahankan stabilitas diri, juga ketika berhadapan dengan kondisi baru, serta memiliki penilaian nyata baik tentang kehidupan maupun keadaan diri sendiri.”
Definisi dari Jahoda mengandung istilah-istilah yang pengertiannya perlu dipahami secara jelas yaitu penyesuaian diri yang aktif, stabilitas diri, penilaian nyata tentang kehidupan dan keadaan diri sendiri.

Penyesuaiaan diri berhubungan dengan cara-cara yang dipilih individu untuk mengolah rangsangan, ajakan dan dorongan yang datang dari dalam maupun luar diri. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh pribadi yang sehat mental adalah penyesuaian diri yang aktif dalam pengertian bahwa individu berperan aktif dalam pemilihan cara-cara pengolahan rangsang itu. Individu tidak seperti binatang atau tumbuhan hanya reaktif terhadap lingkungan. Dengan kata lain individu memiliki otonomi dalam menanggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Etika Internet

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu
menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia,
dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis
hingga yang dinamis dan interaktif.

Apa itu Internet? Mari coba kita jabarkan Pengertian dari Internet.

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya.

Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.

Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini menggunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif.

Internet ini memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke ke komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan lain-lain.

Senin, 25 April 2011

CLASSROOM MANAGEMENT AND COMMUNICATION

TINJAUAN

walaupun kita telah berbicara tentang pengelolaan kelas di seluruh buku ini, kita sekarang siap untuk menguji beberapa aspek kunci dari masalah ini secara mendalam. beberapa topik dalam psikologi pendidikan adalah sebagai penting untuk mengajar. manajemen kelas tentu salah satu perhatian utama dari guru, terutama guru mulai menjadi manajer yang efektif. ketika waktu kelas dikonsumsi oleh masalah manajemen, siswa tidak nyaman, dan sedikit belajar yang nyata terjadi. dengan kata lain, manajemen kelas yang baik adalah salah satu pengaruh kuat pada belajar akademik.
sifat kelas, mengajar, dan mahasiswa membuat manajemen yang baik merupakan bahan penting sukses, kita akan melihat mengapa hal ini benar. selanjutnya kita akan beralih ke tujuan pengelolaan kelas. manajer yang sukses menciptakan lebih banyak waktu untuk bersandar, melibatkan siswa lebih, dan membantu para siswa untuk menjadi mandiri mengelola.
untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus membangun suasana kerja yang baik. langkah pertama dalam Proses ini adalah perencanaan aturan, Prosedur, rutinitas, dan kegiatan. langkah berikutnya adalah mengajar siswa bagaimana mengikuti aturan dan prosedur sehingga kegiatan dapat mengalir lancar. ini harus dimulai pada hari pertama kelas
sekali mendirikan lingkungan kerja yang positif harus dijaga sepanjang tahun. salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mencoba untuk mencegah masalah dari terjadi sama sekali. tapi ketika masalah timbul-respons seperti yang mereka selalu lakukan-yang efektif adalah penting. apa yang akan Anda lakukan ketika siswa masalah pribadi sulit, atau ketika salah satu siswa meminta nasihat Anda pada kami akan meneliti cara-cara yang guru dapat berkomunikasi secara efektif dengan siswa mereka dalam dan banyak dalam situasi lain.
pada saat Anda telah selesai bab ini, Anda harus dapat melakukan hal berikut:
. menggambarkan tuntutan manajerial khusus kelas dan berhubungan tuntutan kepada siswa dari berbagai usia.
. membuat daftar aturan dan prosedur untuk kelas.
. mengembangkan rencana untuk mengatur minggu pertama Anda mengajar.
. menjelaskan kounin saran untuk untuk mencegah masalah-masalah manajemen
. menjelaskan bagaimana Anda mightrespond kepada seorang mahasiswa yang jarang menyelesaikan pekerjaan
. menyarankan dua pendekatan yang berbeda untuk menangani konflik antara guru dan siswa atau antara dua mahasiswa.
Kelas membutuhkan manajer
pada tahun 1985 organisasi Gallup dilakukan ketujuh belas tahunan mereka Gallup Poll sikap publik terhadap sekolah umum. untuk kali keenam belas pada mereka 17 tahun, 'kurangnya disiplin' bernama sebagai masalah nomor satu yang dihadapi sekolah. kurang dari 1986 sampai 'penggunaan obat-obatan' 1988 mengambil alih tempat pertama pada daftar masalah, tapi 'disiplin tidak jauh di belakang di nomor dua (Gallup, 1985, 1986: Galuup & Clark, 1987; Gallup & Elam 1988). dalam survei guru, chroniccontent tertutup dan belajar siswa biasanya lebih besar dari hubungan antara perilaku guru khusus dan siswa belajar 9 Rosen-bersinar, 19790. jadi satu importaint Tujuan dari manajemen kelas untuk kadang-kadang disebut alokasi waktu.
tetapi hanya membuat lebih banyak waktu untuk belajar tidak akan secara otomatis mengakibatkan prestasi. menjadi berharga, waktu harus digunakan secara efektif. memproses informasi merupakan faktor sentral dalam apa yang mereka pelajari dan ingat. pada dasarnya, siswa akan mempelajari apa yang mereka praktek dan apa yang mereka perhatian untuk berdoa (Doyke 1983). mekar (1979) mengkaji 15 studi tentang perhatian siswa dan belajar. korelasi yang lebih tinggi telah dilaporkan dalam studi bahwa: perkembangan perhatian hanya untuk tugas-tugas akademik (Rosenshine 1979). menghabiskan waktu aktif menghadiri untuk tugas-tugas belajar spesifik adalah pften disebut waktu terlibat, atau kadang-kadang adalah untuk meningkatkan kualitas menggunakan waktu dengan menjaga siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran berharga.
akses untuk belajar.
setiap kegiatan kelas memiliki aturan sendiri untuk partisipasi. kadang-kadang aturan jelas oleh guru, bahkan tidak sadar akan utamanya mereka mengikuti aturan yang berbeda untuk kegiatan yang berbeda (Berlin 1983). dan perbedaan kadang-kadang cukup halus. misalnya, dalam sebuah kelompok siswa membaca mungkin harus mengangkat tangan mereka untuk membuat komentar, tapi dalam acara-dan-katakan lingkaran di kelas yang sama mereka hanya mungkin harus menangkap mata guru. mendefinisikan aturan yang bisa berbicara, apa yang dapat mereka bicarakan, dan kapan, untuk siapa, dan berapa lama mereka dapat berbicara sering disebut struktur partisipasi (Erickson & Shultz 1977). agar dapat berpartisipasi dengan sukses dalam aktivitas yang diberikan, siswa harus memahami structunes partisipasi. Namun, pemahaman dalam tidak selalu mudah, karena, tidak kita kencang, aturan partisipasi sering pergi tak tertulis.

akses untuk belajar.
setiap kegiatan kelas memiliki aturan sendiri untuk partisipasi. kadang-kadang aturan jelas oleh guru, bahkan tidak sadar akan utamanya mereka mengikuti aturan yang berbeda untuk kegiatan yang berbeda (Berlin 1983). dan perbedaan kadang-kadang cukup halus. misalnya, dalam sebuah kelompok siswa membaca mungkin harus mengangkat tangan mereka untuk membuat komentar, tapi dalam acara-dan-katakan lingkaran di kelas yang sama mereka hanya mungkin harus menangkap mata guru. mendefinisikan aturan yang bisa berbicara, apa yang dapat mereka bicarakan, dan kapan, untuk siapa, dan berapa lama mereka dapat berbicara sering disebut struktur partisipasi (Erickson & Shultz 1977). agar dapat berpartisipasi dengan sukses dalam aktivitas yang diberikan, siswa harus memahami berpartisipasi structunes. Namun, pemahaman dalam tidak selalu mudah, karena, tidak kita kencang, aturan partisipasi sering pergi tak tertulis.
ini dapat menciptakan konflik. tampaknya beberapa siswa datang ke sekolah lebih mampu berpartisipasi dari lainnya. struktur partisipasi mereka belajar di rumah dalam interaksi dengan saudara kandung, orang tua, dan aduls lainnya sesuai struktur partisipasi kegiatan shcool cukup baik. untuk anak-anak lain, apa yang bekerja di rumah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di sekolah. tetapi guru tidak selalu menyadari konflik ini. sebaliknya mereka melihat bahwa seorang anak tidak hanya cocok, tampaknya selalu mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah, atau sangat enggan untuk berpartisipasi, dan mereka tidak yakin mengapa.
contoh yang sangat baik dari dampak konflik tersebut dapat dilihat pada Proyek Pendidikan Kamehameha Erly, atau KEEP (Au, 1980). Peneliti menemukan bahwa interaksi dalam keluarga Hawaii terlibat banyak tumpang tindih dalam percakapan, dengan orang-orang berdentang di setiap kali mereka memiliki sesuatu untuk menambahkan. di sekolah, gaya interaksi dipandang sebagai interuppting. tapi ketika pelajaran membaca diubah untuk memungkinkan gaya tumpang tindih, membaca prestasi ditingkatkan untuk childrent Hawaii dalam proyek (Au & Mason, 1981). akses untuk belajar meningkat untuk anak-anak ketika aturan untuk partisipasi yang diubah untuk menyesuaikan pengalaman mereka. untuk menerima orang dewasa sebagai fingures otoritas-untuk mengikuti instruksi dan berusaha untuk menyenangkan.
anak-anak di tahun-tahun dasar menengah biasanya akrab dengan peran mahasiswa, bahkan jika mereka tidak selalu axample sempurna itu. banyak sekolah dan rutinitas kelas telah bacome relatif mungkin harus diajarkan secara langsung, namun. ang Anda dapat mendengar reflain akrab. "guru tahun lalu saya tidak melakukannya dengan cara itu!" . Namun, pada tahap ini Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu pemantauan dan maintraining sistem manajemen dari mengajar secara langsung.
menjelang akhir sekolah dasar dan awal dari sekolah tinggi, seperti yang Anda lihat dalam Bab 3, persahabatan dan status dalam kelompok sebaya mengambil kepentingan yang luar biasa. menyenangkan guru mungkin akan digantikan dengan menyenangkan rekan-rekan. beberapa siswa yang menjadi kurang peduli dengan pendapat guru dan lebih tertarik dalam kehidupan sosial mereka.
Pada akhir sekolah menengah, fokus mahasiswa harus kembali ke akademisi. banyak yang benar-benar terasing putus. kelas manajemen pada rusa ini melibatkan pengelolaan kurikulum, materi akademik pas untuk kepentingan dan kemampuan siswa, dan membantu siswa menjadi lebih mandiri mengelola dalam pembelajaran mereka. beberapa kelas pertama setiap bahan dan Tetap atau untuk melacak dan menyerahkan assignmenta. tapi studena paling tahu apa yang diharapkan.